Anggaran Rumah Tangga


BAB I
KEANGGOTAAN


Pasal 1

1. Anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal adalah mereka yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam pasal 7 Anggaran Dasar Himpunan dan diterima oleh Pengurus sebagai anggota dan berkewajiban membayar uang pangkal serta uang iuran bulanan.

2. Tiap anggota berhak untuk:

  • a. memilih dan dipilih, sebagai anggota Badan Pengurus.
  • b. ikut serta dalam kegiatan?kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan dan
  • c. mengeluarkan suara dalam Rapat Anggota.

3. Tiap-tiap anggota berkewajiban untuk :

  • a. menjunjung tinggi nama baik Himpunan dan memahami, mentaati serta tunduk pada Anggaran Dasar, Kode Etik, Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan lain dari Himpunan.
  • b. turut menyumbangkan tenaga dan pikiran/keahlian-nya apabila Himpunan memerlukannya.

4. Keanggotaan Himpunan berakhir karena:

  • a. atas permintaan sendiri.
  • b. wafat atau.
  • c. berdasarkan keputusan Rapat Anggota dan/atau Dewan Kehormatan.

Pasal 2

1. Penerimaan sebagai anggota

  • a. Mereka yang ingin menjadi anggota Himpunan mengajukan permohonan tentang keinginannya itu kepada Badan Pengurus dan turut ditanda-tangani oleh tiga orang anggota Himpunan yang bukan anggota Badan Pengurus sebagai penyokong/sponsor.
  • b. Formulir permohonan tersebut oleh Sekretaris ditempelkan pada papan pengumuman di gedung Himpunan selama sekurang-kurang nya 14 hari kalender.
  • c. Anggota yang berkeberatan terhadap calon anggota harus menyatakan dengan Surat selambat-lambatnya satu hari setelah berakhirnya masa penqurnuman, sebagaimana disebut dalam butir b) kepada Badan Pengurus dengan menyebutkan alasan-alasannya.
  • d. Badan Pengurus memutuskan diterima atau tidaknya calon anggota itu dalam Rapat Pengurus tersebut dalam pasal 14 Anggaran Dasar.
  • e. Jika seorang calon anggota tidak diterima oleh Badan Pengurus, maka hal itu dapat diajukan kepada Rapat Anggota yang dimaksud dalam pasal 13 Anggaran Dasar oleh para penyokong calon itu sebagaimana disebut dalam butir a) Rapat Anggota memutuskan apakah calon itu dapat diterima atau tidak sebagai anggota, dengan ketentuan jika mengenai hal ini diadakan pemungutan suara, maka keputusannya diambil dengan suara terbanyak.
  • f. Badan Pengurus harus memberitahukan secara tertulis kepada calon yang bersangkutan apakah permohonannya untuk menjadi anggota diterima atau tidak dengan menyebut alasan-alasannya.
  • g. Calon yang ditolak untuk menjadi anggota hanya dapat mengajukan permohonan baru setelah berakhirnya tahun pengajuan permohonan yang Ialu.
  • h. Keanggotaan seseorang dimulai sehari sesudah permohonannya itu diterima baik oleh Badan Pengurus.

BAB II
RAPAT ANGGOTA


Pasal 3

1. Rapat Anggota mempunyai kekuasaan dan wewenang tertinggi dalam Himpunan.

2. Rapat Anggota hanya dapat mengambil putusan yang sah mengenai pokok yang termuat dalam acara.

3. Anggota yang berhalangan untuk hadir dalam Rapat Anogota boleh/berhak untuk memberi kuasa/mewakilkannya secara tertulis kepada rekan anggota untuk menghadiri dan mengeluarkan suara dalam rapat itu dengan ketentuan bahwa para anggota Pengurus tidak dapat menjadi wakil dan seorang anggota hanya dapat mewakili sebanyak-banyaknya dua orang anggota lainnya.

Rapat tahunan anggota diadakan setiap tahun dalam bulan Mei dengan acara:

  • a. laporan tahunan Badan Pengurus, terutama mengenai pemberian tanggung jawab keuangan dan jalannya Himpunan serta hal-hal lainnya yang dianggap penting.
  • b. pembentukan Panitia verifikasi keuangan.
  • c. pemilihan anggota?anggota Badan Pengurus baru (dua tahun sekali) dan
  • d. hal-hal lain.

4. Selain dari rapat yang dimaksudkan dalam ayat (4) Pasal ini maka Badan Pengurus

  • a. Berhak (berwenang) untuk mengadakan Rapat Anggota setiap kali menganggapnya perlu dan
  • b. harus mengadakan Rapat Anggota, bila sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Badan Pengurus atau sekurang-kurangnya 1/3 (sepertiga) anggota Himpunan mengajukan permintaan untuk itu atau karena menurut ketentuan Anggaran Dasar untuk sesuatu hal diperlukan keputusan dari Rapat Anggota.

BAB III
PEMILIHAN ANGGOTA-ANGGOTA BADAN PENGURUS


Pasal 4

1. Sesuai dengan ketentuan Pasal 9 Anggaran Dasar, pemilihan dan pengangkatan para anggota Pengurus diadakan dua tahun sekali oleh/dalam Rapat Tahunan Anggota tanpa mengurangi ketentuan bahwa apabila terjadi suatu lowongan dalam keanggotaan Badan Pengurus yang menurut Badan Pengurus perlu segera diisi dan tidak dapat ditangguhkan sampai diadakan Rapat Tahunan Anggota yang dimaksud, maka Badan Pengurus berhak/berwenang untuk mengisi lowongan itu dan pengisian tersebut disahkan oleh Rapat Anggota yang berikutnya.

2. Anggota-anggota Badan Pengurus yang akan berhenti dapat mengajukan daftar calon-calon anggota Badan Pengurus baru kepada Rapat Tahunan Anggota.

3. Disamping calon-calon yang diajukan oleh Badan Pengurus para anggota yang mempunyai hak suara dapat/berhak pula mengajukan calon-calon mereka kepada rapat tersebut.

4. Jika Badan Pengurus (lama) tidak mengajukann calon-calon anggota Badan Pengurus baru, maka para anggota yang mempunyai hak suara sajalah yang mengajukan calon-calon itu.

5. Cara/prosedur pemilihan anggota Badan Pengurus adalah sebagai berikut:

  • a. Pemungutan suara dilakukan dengan rahasia dan tertulis kecuali apabila rapat memutuskan lain.
  • b. Apabila suara-suara yang setuju clan yang tidak setuju sama banyaknya, maka diadakan pemungutan suara sekali lagi.
  • c. Kalau suara dalam pemungutan ulangan itu masih sama banyaknya maka keputusan diambil dengan jalan undian.

Pasal 5

1. Dengan tidak mengurangi kewajiban-kewajiban yang tercantum dalam Anggaran Dasar kewajiban-kewajiban anggota-anggota Badan Pengurus ialah sebagai berikut:

2. Kewajiban-kewajiban ketua:

  • a. bersama Sekretaris mewakili Badan Pengurus.
  • b. memimpin Rapat-rapat Anggota.
  • c. mengadakan dan memimpin Rapat-rapat Badan Pengurus.
  • d. membuat laporan tahunan dari sernua kegiatan Himpunan yang akan dibacakan pada Rapat Tahunan Anggota.
  • e. mengadakan Rapat-rapat Anggota jika dianggapnya perlu atau jika ada permintaan tertulis dari sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota Badan Pengurus atau sekurangkurangnya 1/3 (sepertiga) anggota Himpunan, dan
  • f. hal-hal lain yang ditetapkan oleh Rapat dan/ atau oleh Badan Pengurus.

3. Kewajiban-kewajiban Wakil Ketua:

  • a. mewakili Ketua dalam hal Ketua berhalangan dan
  • b. hal-hal lain yang ditetapkan oleh Rapat Anggota dan atau oleh Badan Pengurus.

4. Kewajiban-kewajiban Sekretaris:

  • a. bersama-sama Ketua atau Wakil Ketua mewakil Badan Penqurus.
  • b. membuat risalah-risalah Rapat Badan Pengurus dan Rapat Anggota.
  • c. mengurus administrasi Himpunan, antara lain menyelenggarakan surat-menyurat, termasuk sernua pemberitahuan tentang rapat-rapat/keputusan-keputusan Badan Pengurus.
  • d. membuat laporan tahunan yang akan dibacakan pada Rapat Tahunan Anggota, dan
  • e. hal-hal, lain yang ditetapkan Rapat Anggota dan/ atau oleh Badan Pengurus.

5. Wakil Sekretaris mewakili Sekretaris dalam hal Sekretaris berhalangan.

6. Kewajiban-kewajiban Bendahara:

  • a. menagih dan menerima semua iuran dan pembayaran-pembayaran (termasuk benda-benda) lainnya yang harus dibayar kepada Himpunan.
  • b. menerima semua sumbangan yang ditujukan kepada Himpunan.
  • c. membayar dari kas Himpunan semua pengeluaran yang disetujui oleh Badan Pengurus atau Rapat Anggota.
  • d. melakukan pernbukuan/pencatatan dari sernua penerimaan dan pengeluaran uang Himpunan.
  • e. menyiapkan dan menyerahkan laporan bulanan tentang keuangan Himpunan pada umumnya kepada Badan Pengurus.
  • f. menyiapkan dan menyerahkan laporan tahunan tentang seluruh activa dan passiva (termasuk mengenal penerimaan dan pengeluaran uang) untuk dan atas narna Himpunan, yang akan dibicarakan dalam Rapat Tahunan Anggota dan
  • g. hal-hal lain yang ditetapkan oleh Rapat Anggota dan/atau Badan Pengurus.

BAB IV
KEUANGAN


Pasal 6

1. Keuangan Himpunan diperoleh dari uang pangkal, uang iuran, uang sokongan, hibahan dan/atau penerimaan lainnya yang sah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, pula tidak bertentangan dengan peraturan serta tujuan Himpunan.

2. Pembayaran wajib kepada Himpunan terdiri dari:

  • a. Uang pangkal dan iuran yang dipungut dari Para anggota dan
  • b. uang pembayaran-pembayaran lainnya.
  • c. Besarnya uang pangkal dan uang iuran ditetapkan oleh Pengurus untuk kemudian disahkan oleh Rapat Anggota.

3. Apabila anggota tidak membayar iuran selama 4 (empat) bulan berturut-turut maka keanggotaannya yang bersangkutan dalam Himpunan dengan sendirinya berhenti.

4. Pembayaran yang dilakukan oleh anggota baik uang pangkal maupun uang iuran tidak dapat diminta kembali dan menjadi milik Himpunan.


BAB V
HAL-HAL LAIN


Pasal 7

1. Para anggota Himpunan harus mentaati segala ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Himpunan dan peraturan Himpunan lainnya.

2. Semua keberatan, pengaduan dan usul harus disampaikan secara tertulis ke Badan Pengurus dengan ketentuan bahwa mereka yang mengajukan keberatan-keberatan, pengaduan-pengaduan itu harus bertanggung-jawab atas kebenaran dari apa yang mereka ajukan itu.

3. Badan Pengurus mempunyai wewenang untuk mengambil tindakan disiplin terhadap anggota yang tidak mengindahkan, peraturan-peraturan yang beriaku dalam Himpunan.

4. Tindakan-tindakan disiplin yang dapat dilakukan oleh Badan Pengurus terhadap pelanggar-pelanggar tersebut dalam ayat 3 ialah:

  • a. Teguran secara tertulis.
  • b. Peringatan keras dengan surat.
  • c. Pemberhentian sementara dari keanggotaan selama 3 (tiga) bulan sampai 6 (enam) bulan.
  • d. Pemberhentian sebagai anggota.

5. Sebelum tindakan?tindakan tersebut dalam ayat 4) diambil, anggota yang bersangkutan harus didengar keterangannya oleh Dewan Kehormatan.


BAB VI
PENUTUP


Pasal 8

1. Anggaran Rumah Tangga ini, demikian pula tiap-tiap perubahannya berlaku segera setelah diputuskan oleh Rapat Anggota.

2. Dalam hal diadakan pemungutan suara, perubahan-perubahan anggaran Rumah Tangga hanya dapat diputuskan oleh Rapat Angggota yang dimaksudkan dalam pasal 17 Anggaran Dasar.

Anggaran Rumah Tangga ini disahkan dalam Rapat Anggota bertempat di Gedung Bapepam Jln. Merdeka Selatan pada tanggal 16 Nopember 1990 dan dinyatakan berlaku mulai tanggal 16 Nopember 1990.